4 Cara Agar Rejeki Barokah

Kadang secara ...

Kadang secara tidak Sadar kita masih sering salah dalam memaknai rezeki, Imam Sya’rawi, dalam kitab tafsirnya menyatakan bahwa

“Rezeki adalah perkara yang dapat dimanfaatkan oleh manusia, meskipun mayoritas orang hanya melihat rezeki hanya bersifat materi saja, seperti uang, tanah, pekarangan, makanan dan pakaian saja. Namun, pada hakikatnya rezeki merupakan kumpulan berbagai hal yang dapat dimanfaatkan, termasuk yang berupa materi atau non materi,”  

Maka dengan mengikuti pengertian ini seharusnya kita paham bahwa rezeki tidaklah harus berupa harta benda semata. Dengan kesalahan pengertian inilah, kita sering terjebak dalam kebutuhan yang tidak pernah berakhir, terlebih di zaman ketika banyak orang haus akan validasi atau pengakuan seperti saat ini. Hal inilah menyebabkan kita selalu membanding-bandingkan hidup kita dengan orang lain dan selalu merasa kurang.  

Padahal Allah Ta’ala telah berfirman:

“Tidak satu pun hewan yang bergerak di atas bumi melainkan dijamin rezekinya oleh Allah. Dia mengetahui tempat kediamannya dan tempat penyimpanannya. Semua (tertulis) dalam Kitab yang nyata (Lauh Mahfuzh)”.(QS. Hud:6) 

Ayat ini merupakan jaminan dari Allah Ta’ala kepada seluruh makhluk hidup agar tidak risau dalam urusan rezeki, Karena rezeki sudah dijamin oleh Allah Ta’ala kepada siapa dan dimanapun berada, semua akan tepat pada porsinya.   

Ada dua alasan mendasar seseorang selalu merasa kurang dan kurang diberkahi rezekinya. Pertama, salah memaknai tentang rezeki, kedua adalah lalai bahwa rezeki adalah jaminan langsung dari Allah Ta’ala. Maka kita perlu berbenah diri dan menjalankan cara meraih rezeki yang halal, di antaranya:  

Pertama adalah dengan selalu bersyukur, mari bersama-sama kita syukuri semua hal yang telah dianugerahkan Allah Ta’ala kepada kita, mulai dari hal yang paling sering dilupakan yaitu nafas, coba kita bayangkan apabila Allah tidak memberi oksigen kepada kita, tentu kita tidak akan bisa hidup dan menikmati nikmat-nikmat Allah yang lain.   

Kedua adalah selalu bertawakal kepada Allah Ta’ala dengan tidak melupakan bekerja, yakni dengan selalu percaya dan yakin akan jaminan rezeki dari Allah kepada semua makhluk-Nya dan disertai usaha sungguh-sungguh mencari rezeki yang halal.   

Ketiga yaitu dengan menjaga pola hidup sederhana dan meningkatkan sedekah. Dengan menjaga pola hidup sederhana, kita akan mendapatkan ketenangan dalam menyikapi setiap hal, tidak akan mudah risau terhadap pencapaian orang lain, terlebih ditambah meningkatkan sedekah, tentu hal ini akan menjadikan rezeki kita berkah dan bermanfaat bagi sesama.

Keempat, dengan meningkatkan ibadah dan doa. Ibadah dan doa merupakan simbol kehambaan orang beriman, dari sinilah kita dapat mencari ketenangan. Terlebih dalam merasakan keberkahan rezeki, kita semua tentu mengetahui bahwa Allah Ta’ala memberi kita rezeki bahkan memberi kita kehidupan sejatinya hanya untuk beribadah kepada-Nya, maka keberkahan rezeki yang paling agung adalah dengan menggunakan rezeki dan seluruh nikmat yang diberikan Allah Ta’ala untuk ibadah kepada-Nya.  

Mari kita renungkan kembali sabda baginda nabi Muhammad SAW dalam hadits yang diriwayatkan Ibnu Umar r.a:  

“Bekerjalah untuk duniamu seolah akan hidup selamanya, dan beramalah untuk akhiratmu seolah engkau akan mati esok hari.”   

Sabda baginda nabi tersebut, secara tersirat menekankan akan pentingnya proporsional dalam mencari rezeki di dunia dan sungguh-sungguh menjadikan rezeki yang telah dicari di dunia untuk menggapai kesuksesan dalam mencari pahala untuk bekal menuju akhirat.   

Inilah kesimpulan bahwa rezeki berkah adalah rezeki yang dapat mendekatkan pemilik rezeki dengan dzat yang telah memberinya rezeki yaitu Allah Ta’ala, dan dapat menjadikan rezekinya menjadi jalan untuk mendapat ampunan dan rahmat dari Allah Ta’ala. #rif

Balqis Peduli
17 Nov 2025   600 kali
Kontak Kami